Dokumen Bertandatangan Scan di Pemberkasan CPNS Bisa Fatal Akibatnya

Dokumen untuk pemberkasan CPNS memang tidak sedikit, ada banyak sekali dokumen-dokumen yang harus disiapkan untuk pemberkasan CPNS, nah bagi sobat yang belum tahu apa saja dokumen yang digunakan untuk pemberkasan CPNS bisa sobat baca artikel persyaratan dokumen untuk pemberkasan CPNS.

Salah satu dokumen yang menjadi persyaratan pemberkasan CPNS adalah SKCK, nah di sini saya akan membagikan sedikit pengalaman yang berharga berkaitan dengan dokumen SKCK saya saat digunakan untuk pemberkasan CPNS. Dokumen SKCK yang digunakan untuk pemberkasan harus memiliki keterangan digunakan untuk: “pemberkasan CPNS”. Jadi otomatis banyak yang mengganti perihal keterangan digunakan pada SKCK nya termasuk punya saya yang sebelumnya memiliki keterangan digunakan untuk: “mendaftar CPNS”.

Foto Antri SKCK di Polres Bantul

Satu lagi yang ternyata penting adalah bahwa berkas atau dokumen yang digunakan untuk pemberkasan CPNS harus bertandatangan basah atau tandatangan asli dan tidak boleh scan-an. Sedangkan pada SKCK saya yang diterbitkan di Polres Bantul tandatangannya adalah scan, walaupun itu valid tapi ternyata tidak boleh digunakan dan harus diganti tandatangan basah, alhasil saya harus mengurus kembali ke Polres Bantul.

Syarat Mengubah Dokumen SKCK

Untuk mengubah dokumen SKCK di Polres Bantul ada persyaratan yang harus dibawa, ada 2 kondisi yang memungkinkan perbedaan persyaratan mengubah dokumen SKCK di Polres Bantul, yaitu:
  1. Dokumen SKCK asli tidak di bawa (entah karena sudah dikumpulkan untuk pemberkasan atau yang lainnya) maka syaratnya harus mengisi formulir pembuatan SKCK lagi dan menyerahkan 4 foto berlatar merah 4x6 cm ditambah membayar senilai 30.000.
  2. Dokumen SKCK asli di bawa. Maka syaratnya hanya menyerahkan dokumen SKCK asli saja dan tidak perlu membayar atau mengumpulkan lainnya. Yaps lebih mudah, cukup menyerahkan dokumen SKCK asli saja kepada petugas di Polres bagian SKCK.


Berhubung saya membawa dokumen SKCK asli maka saya tinggal datang saja ke Polres Bantul, menyerahkan dokumen SKCK dan menunggu, tidak lama, hanya sekitar 10 menit sudah jadi dan dipanggil.

So, buat pelajaran teman-teman, ketika membuat dokumen SKCK atau dokumen lainnya yang dirasa penting, cek tandatangannya apakah scan atau basah. Jika tandatangannya scan-an mintalah pada petugasnya untuk mengubah tandantangan agar menggunakan yang basah atau asli.

Yak saya rasa cukup sampai sini dulu artikel “Dokumen Bertandatangan Scan di Pemberkasan CPNS Bisa Fatal Akibatnya” ini, semoga bermanfaat, silahkan dishare ya sobat :) jangan lupa mampir ke artikel lainnya :)

Persyaratan Dokumen Untuk Pemberkasan CPNS

Pemberkasan CPNS bisa dibilang adalah perjuangan akhir untuk lulus CPNS setelah berjuang di tes SKD dan SKB. Namun walaupun pemberkasan itu intinya hanya mengumpulkan berkas yang diminta oleh BKN, tetap saja pemberkasan juga harus dilakukan dengan ketelitian dan kesungguhan untuk menyiapkannya. Jika salah sedikit semisal ada dokumen yang palsu ataupun tidak sesuai kriteria maka bisa saja peserta tersebut menjadi tidak lulus. Sudah ada beberapa peserta seleksi CPNS yang dibatalkan kelulusannya karena TMS (tidak memenuhi syarat) akibat dokumennya tidak sesuai yang diperyaratkan, misal progam studi tidak sesuai dengan progam studi yang dipersyaratkan, akreditasi kampus yang masih C dan tidak sesuai yang dipersyaratkan, sungguh menyedihkan bukan? Sudah berjuang hingga lulus tes SKD dan SKB namun gagal di pemberkasan.

Nah jika sobat pendaftar CPNS tidak ingin bernasib seperti yang TMS (tidak memenuhi syarat) di atas, maka persiapkanlah dokumen pemberkasan CPNS dengan sungguh-sungguh dan teliti.

Foto Persiapan Pemberkasan

Lalu apa saja sih syarat dokumen untuk pemberkasan CPNS itu? Berikut ini saya share syarat pemberkasan CPNS di Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

Dokumen persyaratan pemberkasan CPNS :
  1. Surat lamaran yang ditujukan kepada Gubenur Daerah lstimewa Yogyakarta, yang ditulis dengan tangan sendiri memakai tinta hitam/ ballpoint dan ditandatangani serta diberi materai Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah), rangkap 2 (dua).
  2. ljazah dan Transkip Nilai Asli Pendidikan Terakhir yang dilamar (dilampirkan fotocopy ijazah Diploma/Sarjana yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang rangkap 2).
  3. Akreditasi Perguruan Tinggi dan/atau Program Studi (Fotocopy yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang rangkap 2).
  4. Daftar Riwayat Hidup (Lampiran lV.b) yang ditulis dengan tangan sendiri memakai huruf kapital/balok dan tinta hitam/ballpoint, ditandatangani dan diberi materai Rp.6.000,- (enam ribu rupiah), dan ditempel pasfoto 4x6 dengan latar belakang warna merah rangkap 2 (dua).
  5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh Kepolisian Resor Kepolisian Daerah yang masih berlaku (as/l dan 1 lembar fotocopy dilegalisir).
  6. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter yang berstatus PNS atau dokter yang bekerja pada unit pelayanan kesehatan pemerintah yang terbaru (bulan Desember 2018/ Januari 2019) (asli dan 1 lembar fotocopy dilegalisir dari Dokter Pemeriksa).
  7. Surat keterangan tidak mengkonsumsi/menggunakan narkotika, psikotropika, precursor dan zat adiktif lainnya (NAPZA) ditandatangani oleh dokter dari unit pelayanan kesehatan pemerintah atau pejabat yang berwenang dari badan lembaga yang diberikan kewenangan untuk pengujian zat narkoba yang terbaru (bulan Desember 2018/Januari 2019) (asli dan 1 lembar fotocopy dilegalist dari Dokter Pemeriksa).


Ya itulah beberapa dokumen pemberkasan CPNS, cukup banyak dan semua itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menyiapkannya, padahal waktu yang diberikan tidaklah lama. Maka tipsnya adalah langsung bergerak untuk mengerjakan dokumen-dokumen tersebut segera mungkin, dan teliti terus menerus atau minta teliti orang lain untuk mengantisipasi ada dokumen yang kurang atau salah.

Sekian artikel Persyaratan Dokumen Untuk Pemberkasan CPNS semoga bermanfaat. Ojo lali share ya sob :)

Alur Pendaftaran CPNS dan Strategi Agar Lulus CPNS

Bismillah, masih menyambung cerita dari artikel sebelumnya tentang pengalaman dan strategilulus tes CPNS 2018, kali ini saya [masih] akan membahas pengalaman mengikuti tes CPNS namun berdasarkan alur dari mulai pendaftaran sampai lolos menjadi CPNS.

Tahun 2018 adalah tahun dimana pemerintah membuka lowongan CPNS besar-besaran setelah moratorium CPNS selama beberapa tahun, dan alhamdulillah pada tahun 2018 tersebut formasi terbanyak diantaranya adalah untuk guru. Hampir semua jurusan untuk keguruan dibuka pada pendaftaran CPNS tahun 2018, saya pun termasuk salah satu yang berkesempatan mendaftar CPNS 2018. Mungkin sebagian besar pembaca blog saya ini sudah pada tahu bagaimana alur pendaftaran CPNS –secara pasti banyak yang daftar CPNS kemarin-. Saya akan menceritakan pengalaman ini disertai beberapa strategi yang saya lakukan sehingga alhamdulillah saya lolos CPNS 2018. Baik langsung saja berikut ini alur pendaftaran CPNS 2018 yang berbasis CAT.

Cari Info seputar CPNS dari Lembaga Resmi

Negara kita ini masih membudaya informasi-informasi hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan parahnya lagi informasi hoax tersebut begitu mudahnya dishare tanpa adanya tabayun terlebih dahulu perihal kebenarannya. Lalu apa hubungannya? Hubungannya adalah, ketika ada informasi pendaftaran CPNS, plis cari tahu sumbernya. Dan sangat saya sarankan untuk mencari tahu informasi seputar CPNS melalui birokrasi/lembaga resmi penyelenggara tes CPNS yaitu BKN (Badan Kepegawaian Negara) atau Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), cari tahu informasi seputar seleksi CPNS lewat 2 lembaga / kemeterian itu, websitenya ada, sosmednya juga ada mulai dari twitter, facebook, dll. Admin sangat update beritanya. Dari pada anda membuka google dan mendapat berita yang katanya dan katanya. Cari info langsung dari sumbernya agar tidak mudah termakan hoax. Tahun 2019 ini aja banyak artikel di google yang mengatakan pemerintah akan membuka lagi cpns tahun 2019 besar-besaran, ternyata hanya untuk daaerah-daerah yang pada atahun 2018 sempat tertunda tes cpns nya. Begitulah cara kerja media kita, judul dibuat heboh lalu dicopy orang lain ditambah-tambah hingga menjadi berita yang melenceng jauh dari kebenaran. Ingat ya: cari info langsung dari sumbernya BKN atau KEMENPAN RB.  Jika sudah mendapat info valid, catat tanggal pendaftarannya dan apa saja syaratnya.

Persiapkan berkas sedini mungkin

Setelah tahu apa saja syarat pendaftaran CPNS, segera persiapkan berkas-berkasnya sesuai dengan persyaratan yang diminta, jangan menunda-nunda. Saya bahkan menyiapkan SKCK dari kepolisian sejak saya PPG (sekitar 4 bulan sebelum pendaftaran CPNS dibuka), alhasil ketika pendaftaran CPNS dibuka di polres antrinya masyaAllah ratusan orang tiap hari pada buat SKCK, itu strategi saya. Ijazah dan dokumen lainnya pun sudah saya siapkan jauh sebelum pembukaan CPNS, kecuali tes kesehatan. Untuk tes kesehatan bisa kita datang ke rumah sakit daerah dan usahakan satu hari semua jadi: tes kesehatan jasmani, rohani, dan NAPZA.
Intinya untuk persyaratan pendaftaran ini yang dibutuhkan adalah NIAT kita untuk bergerak mengumpulkan berkas dan KETELITIAN, banyak teman saya tidak lolos seleksi administrasi hanya karena masalah sepele, misal: dokumen yang diupload melebihi ketentuan (lebih dari 600 kb), alhasil tidak lolos seleksi administrasi. Ini nyesek banget, hanya kurang teliti tapi fatal akibatnya. Konon katanya di seleksi administrasi ini yang bekerja adalah robot, ketika ukuran dokumen yang diupload tidak sesuai ketentuan ya langsung ditolak. Maka dari itu TELITILAH, perhatikan apa syaratnya, bagaimana urutan menyusun dokumennya, berapa ukuran dokumen yang diupload, dll.
Kalau semua dokumen yang kita unggah memenuhi syarat dan sesuai ketentuan pasti dijamin lolos seleksi administasi. Jangan lupa selalu update info pengumuman CPNS dan terus berdoa

Seleksi administasi lolos, lega...

Persiapan TES SKD (Seleksi Kompetensi Dasar)

Tes CPNS menggunakan sistem CAT / komputer, jadi bagi anda yang –mohon maaf- belum terbiasa tes melalui komputer, belajarlah terlebih dahulu, banyak aplikasi CAT  di google yang dapat diunduh dan diinstal di laptop. Jangan sungkan untuk meminta bantuan atau belajar pada yang bisa. Persiapan materi untuk SKD usahakan jangan mepet. Saya 1 tahun lebih belajar materi-materi SKD (TIU, TWK, TKP) karena melihat animo pelamar CPNS yang mencapai ribuan sementara yang diterima hanya segelintir orang, maka berlarilah saat orang lain tidur, belajar ketika orang lain masih melamun.

TKD ini terdiri dari 3 materi; tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP). Semuanya penting untuk dipelajari, cari materi dari buku yang bisa anda beli di toko buku (ya iyalah masak toko bangunan), dari internet, aplikasi, dll.


Tes SKD ini menentukan tahap berikutnya yaitu SKB, dan SKD ini menjadi ajang pembant4ian ribuan orang.. wkwk. Lihat saja di formasi yang saya lamar ada 40an peserta sedangkan yang diterima hanya 2. Dan alhamdulilah hanya saya yang lolos tes SKD –berkat kemudahan dari Allah-. Tapi jangan lupa bahwa dibalik hasil yang kita inginkan pasti ada sesuatu yang harus kita korbankan, yup! Belajar yang kontinyu dan terus berdoa di waktu mustajab. Berapa jam saya belajar CPNS? Karena saat saya tes CPNS saya juga mempunyai bayi yang harus diperhatikan –ceritanya bapak-bapak sayang anak sayang istri- maka saya ambil waktu belajar jam 3 pagi sampai shubuh, percaya deh waktu pagi adalah waktu yang paling enak untuk belajar apalagi setelah ibadah tahajud. Anda harus rela mengorbankan waktu untuk belajar yang kontinyu, jangan anget-anget t4i cicak. Kalau males ingat bahwa sainganmu saat ini sedang belajar dan lebih giat dari dirimu!

Saya 1 bulan menjelang tes SKD selalu berlatih menggunakan aplikasi CAT CPNS untuk menguji skor SKD saya, dari situ kita juga melatih mental kita ketika menghadapi tes yang sesungguhnya.
Lolos tes SKD? Next....

Persiapan Tes SKB (Seleksi Kompetensi Bidang)

Seleksi kompetensi bidang ini untuk menguji kelimuan pada bidang anda, kalau guru soalnya 40% pedagogi dan 60% sesuai jurusan kita masing-masing. Untuk masalah ini mungkin anda-anda yang 4 tahun kuliah sudah banyak belajar tentang materi pedagogi dan materi kejuruan. Tinggal mengulang saja.
Kabar gembiranya, bagi yang punya sertifikat pendidik untuk tes SKB ini akan mendapat point penuh jadi seolah-olah tidak perlu tes, tapi tetap harus datang. Saya alhamdulillah punya sertifikat pendidik namun begitu saya tetap belajar agar nilai hasil tes SKB saya tidak ‘mengecewakan komputer’.. wkwk. Saingan anda di TKB ini hanya sedikit, 3 x jumlah formasi. Jika formasi yang dibutuhkan 1 maka hanya ada 3 orang saja yang ikut TKB.

Pada tes CPNS 2018 karena banyak yang tidak lulus SKD, maka ada kebijakan dari panselnas bahwa sisa kuota diambil dari peringkat terbaik. Contoh di instansi saya sendiri yang mana kuota atau formasinya untuk 2 orang tapi yang lulus SKD hanya saya seorang, maka 1 kuota/ formasi diambil 3 peringkat terbaik yang disebut P2L, sedangkan saya P1L (lulus berdasarkan passing grade). Aman? Ya merasa aman tapi saya tetap mengikuti prosedur walaupun sudah memegang 1 tiket formasi tanpa saingan lagi (ibarat kata tinggal merem). Saya tetap ikut SKB, dan semua alur tetap saya ikuti.
SKB lolos? Lanjut...

Pengumuman Akhir dan Pemberkasan

Dag dig dug dueeer rasanya menunggu pengumuman akhir, walaupun saya sudah pegang 1 tiket P1L tapi rasanya mendapat pengumuman akhir seperti mendapat jawaban calon istri untuk menikah wkwk.. pengumuman akhir alhamdulillah lulus tinggal persiapan pemberkasan. Di sini kuncinya kembali seperti saat mendaftar CPNS pertama kali: persiapan sedini mungkin (jangan mepet) dan teliti!. Segala syarat untuk pemberkasan disiapkan jauh hari karena jarak antara pengumuman dan batas akhir pengumpulan berkas hanya kurang lebih 10 hari. Bagi saya yang lama adalah tes kesehatan karena banyak orang yang pemberkasan. Saya sendiri 3 hari untuk tes kesehatan di RSUD Kota Jogja / RS Wirosaban Jogja. Tes kesehatannya lebih lengkap dari pada tes ketika pendaftaran CPNS pertama dulu. Selengkapnya tentang tes kesehatan silahkan dibaca artikel saya yang berjudul pengalamantes kesehatan CPNS untuk pemberkasan.

Menunggu SK CPNS Keluar
Ini yang menurut saya paling melelahkan, kenapa? Karena lama... 2 bulan lebih saya menunggu SK CPNS keluar, kuncinya sabar dan selalu pantau medsos instansimu. Karena segala hal pasti akan disampaikan lewat medsos, dan gabung juga grup wa/ telegramnya.
Sampai artikel ini dibuat saya masih menunggu SK CPNS yang mulai ada titik terangnya (mungkin minggu ketiga bulan maret ini sudah keluar), tes kesehatan akhir bulan desember, pemberkasan awal januari baru minggu ketiga maret ini mulai ada titik terang.

Begitulah alur pendaftaran CPNS yang penuh kejutan. Anda punya cerita sendiri tentang CPNS? Yuk sharing di kolom komentar di bawah ini guys!

Pengalaman Dan Strategi Lulus Tes Cpns Murni Pemda DIY 2018

Bismillah, ceritanya mumpung lagi semangat ngetik, kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya lulus tes cpns murni berbasis CAT di Pemerintah Daerah (pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta  tahun 2018, karena alhamdulillah di tahun 2018 ini saya berhasil lolos mengikuti seleksi cpns dan ini pengalaman pertama kalinya. Nah ngomong-ngomong, kenapa sih banyak orang yang ingin jadi pns? Padahal bagi saya biasa saja, saya tidak muluk-muluk ingin menjadi pns, pun tidak ada cita-cita untuk jadi pns sejak kecil. Hanya cita-cita saya ingin menjadi sukses (sukses dunia akherat). Orangtua saya memang ingin agar anaknya bisa pns, mungkin hampir sebagian besar orang tua memiliki cita-cita demikian.

Sebenarnya saya sendiri terkejut bisa lulus cpns, pertama karena saya belum punya pengalaman ikut tes cpns, kedua tidak ada darah pns yang mengalir dalam diri saya, kedua orangtua saya, buyut saya tidak ada yang pns. Kakak kandung saya juga tidak ada yang pns. Jadi mau diarahkan bagaimana coba – minimal mau belajar bagaimana? Tidak ada referensi dalam keluarga saya.

Motivasi orang untuk menjadi pns bermacam-macam, ada yang karena keren-kerenan saja, ada yang karena mengharap pensiunan, ada juga yang karena gajinya wow. Tapi benarkah semua itu? Saya sendiri alhamdulillah tidak memiliki motivasi seperti di atas, kenapa? Karena gaji pns masih bisa kalah dengan gaji pengusaha atau pegawai swasta. Pensiunan? Siapa yang menjamin dengan masa depan yang masih ghoib? Jangan sampai lah ya kita merasa terjamin di masa tuanya, sebaik-baik jaminan adalah jaminan Allah, ketika masa muda kita di isi dengan hal-hal baik (menjaga sholat 5 waktu berjamaah, bersahabat dengan al-qur’an, berakhlak dengan akhlak yang baik, dll) insyaallah masa tua kita dalam jaminan Allah.

Lalu motivasi saya apa? Tujuannya apa menjadi cpns?
Pertama karena tentu untuk mencukupi kebutuhan keluarga (pns kan hanya status, intinya kan kita bekerja, mencari rejeki, betul? Kedua, pemerintah membuka lowongan kerja dengan kualifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan pendidikan saya. Ketiga, mengabdikan ilmu pengetahuan kepada negara melalui lembaga pendidikan milik negara (sekolah). Keempat, sebagai jalan berwirausaha istri.
Dah itu aja, selebihnya hanya untuk bekerja mencari nafkah yang bisa digunakan untuk ibadah (menafkahi anak istri, memberi ke orangtua, sedekah dll).

Lalu kenapa saya bisa lulus cpns? Nah ini yang ingin sedikit saya ceritakan.

BELAJAR!
Persiapan saya untuk bisa menjadi cpns sebenarnya sudah lama, sejak akhir kuliah (tapi itu bukan cita-cita yang harus kesampaian), karena memasuki akhir kuliah ada 2 jalan yang saya pikirkan, antara bekerja di dunia industri atau di dunia pendidikan. Pertama saya mencoba di dunia industri, ternyata di tolak sana sini sama perusahaan, padahal saya ganteng :3

Akhirnya saya memantapkan diri di dunia pendidkan, kemudian saya baca-baca bahwa ke depan guru itu harus punya sertifikat pendidik (baca permendiknas) dan ada wacana bahwa pns guru ke depan harus punya sertifikat pendidik (baru sebatas simpang siur). Saya kemudian mencari tau apa itu sertifikat pendidik dan bagaimana cara mendapatkannya, dan ternyata serdik tersebut hanya bisa didapatkan dengan cara mengikuti PPG. Saat itu (tahun 2015 saya lulus) satu-satunya agar bisa ppg adalah dengan mengikuti sm3t. Dan tepat saat kelulusan saya ada pendaftaran sm3t dengan penyelenggara yang berbeda dengan sm3t, nama progamnya talent scouting, tapi itu sama saja dengan sm3t karena saya ditempatkan di Nusa Tenggara Timur.

Namun setelah selesai talent scouting ternyata tidak ada ppg, ada yang kecewa, ada yang ikhlas, ada yang optimis. Saya optimis insyaallah perjuangan di ntt tidak akan sia-sia belaka, ya walaupun ada sedikit rasa kecewa karena tahu begitu saya ikut progam SM3T yang otomatis langsung dapat PPG. Namun perjuangan yang dilandasi ketulusan tidak akan pernah sirna, kurang lebih 1 tahun kemudian alhamdulillah ada panggilan untuk mengikuti ppg dalam jabatan, silahkan sobat baca pengalaman mengikuti pendidikan profesi guru(ppg) dalam jabatan.

Dari masa saya di NTT hingga awal mula ppg, saya pasang surut belajar untuk persiapan cpns, bahkan selesai dari ntt karena tidak jadi ppg langsung, saya tidak belajar cpns lagi. Baru kemudian awal-awal ppg kembali ada isu bahwa akan ada pendaftaran cpns besar-besaran tahun 2018 dan syarat untuk ikut cpns guru harus bersertifikat pendidik. Dari situlah motivasi belajar tes cpns kembali membara, selain persiapan dan kesibukan ppg saya sempatkan belajar soal-soal cpns.

Kurang lebih 1 tahun –sejak ppg- sampai pendaftaran cpns di buka saya hanya mempersiapkan diri dengan mempelajari melalui buku dan ebook. Prinsip saya kalau saya mau lolos cpns saya harus mempersiapkan diri seperti mereka yang telah lolos cpns 2017 (sama-sama berbasis cat).

Ini point pentingnya yang ingin saya sampaikan; yakinlah bahwa mereka yang mendaftar cpns itu sebagian besarnya hanya SEKEDAR MENCOBA dan TIDAK BENAR-BENAR SERIUS UNTUK MENDAPATKANNYA. 
Bandingkan dengan mereka yang serius bahkan saya mencari info bimbel khusus cpns ada yang jutaan (saya mana sanggup ikut bimbel semacam itu). Maka saya hanya mempersiapkan dengan sungguh-sungguh jauh-jauh hari, jauh sebelum orang sibuk pada beli buku untuk belajar –sistem kebut semalam-. Maka jika ente mau lolos cpns, persiapkan jauh-jauh hari kalau perlu 1 tahun fokus gunakan sedikit waktu secara kontinyu untuk belajar dan berlatih soal cpns. Semakin banyak soal yang dipelajari akan semakin banyak pemahaman dan tahu karakter soal yang di dapat. Saya ambil waktu sebelum shubuh untuk mempelajari soal-soal cpns, karena karakter soal cpns (khususnya wawasan kebangsaan) harus hafalan, sedangkan waktu pagi adalah waktu terbaik untuk menghafal.

DO’A
Pertama usaha. Usaha maksimal itu wajib, belajar dan belajar jangan bosan. Kemudian kedua jangan lupa bahwa cpns itu hanya status dan intinya kita mencari kerja kan?, mencari rejeki?, rejeki itu dari siapa kalau bukan dari Allah, maka dekatilah pemberi rejeki tersebut. Sholat, berdoa di waktu-waktu mustajab, bukan untuk cpns-nya tapi untuk rejeki, karena rejeki tidak harus dari cpns bukan? :) ketiga mintalah do’a orang tua. Terakhir adalah pasrahkan semuanya kepada Allah. Ini pas ujian seleksi kompetensi dasar. Sebelum ujian saya sholat dan pasrahkan saja semua apapun hasilnya kepada Allah, yakinkan dirimu bahwa cpns itu hanya salah satu jalan rejeki, sedangkan rejeki itu bermacam-macam jalannya. Ketika pasrah itulah, jiwa menjadi tenang, mengerjakan soal menjadi tenang. Dan alhamdulillah Allah memberi kemudahan saya dalam mengerjakan soal terutama soal tes karakteristik pribadi (tkp) yang menjadi penyebab kegagalan banyak peserta di cpns 2018 ini.

GUNAKAN STRATEGI DALAM MENJAWAB SOAL
Trik saya dalam mengerjakan tes cpns itu dengan membagi waktu, 90 menit ada 100 soal, maka saya alokasikan 30 menit pertama untuk mengerjakan soal tkp dengan fokus tinggi (sekali baca harus langsung paham soal dan harus langsung jawab / tidak boleh baca soal 2x karena akan memakan waktu lama), dan ternyata saya butuh waktu 40 menitan untuk tkp karena soalnya panjang-panjang. 30 menit berikutnya mengerjakan tiu (karena butuh perhitungan dan nalar), kemudian sisa waktunya 20 menit untuk mengerjakan twk (hafalan). Di tiu 30 menit saya tidak sampai alias waktunya kurang namun saya tinggal karena 20 menit terakhir saya harus mengerjakan twk, jadi paling tidak 30 menit di tiu sudah cukup untuk mendapatkan passing grade tiu sebesar 80 point. Dan 20 menit twk sudah cukup untuk mendapat passing grade twk sebesar 75. Kenapa saya maksimal di tkp karena passing gradenya tinggi yaitu 143. Hasil akhirnya alhamdulillah saya lolos passing grade dengan skor tkp 154 tiu 90 twk 85. Meski tiu dan twk hampir mepet tapi untuk tkp aman bahkan tertinggi di formasi saya. Dari kurang lebih 40 pelamar di formasi saya, alhamdulillah hanya saya yang lolos passing grade, yang lain ada yang total poinnya lebih besar dari saya tapi gagal di tkp. Itulah, saya tidak mengejar point besar tapi mengejar passing grade dengan point besar :d  beda lho ya.

Ada 2 formasi yang dibutuhkan sedangkan yang lolos passing grade cuma saya, jadi yang 1 formasi diperebutkan oleh 3 peringkat terbaik.

Foto pengumuman akhir CPNS

Berikutnya tes skb (seleksi kompetensi bidang), karena saya sudah memiliki sertifikat pendidik ditambah saya tidak ada saingan lagi di skb jadi sudah aman, tapi saya tetap harus belajar dan sebisa mungkin mendapat nilai terbaik. tes skb jumlah soal 100, 40 soal pedagogik dan 60 soal profesional sesuai dengan jurusan kita (ini untuk formasi guru ya). Alhamdulillah lolos skb dan saya maju ke pemberkasan dan masih setia menunggu surat cinta dari bkn pusat yang berisi nip.


Itulah sedikit cerita pengalaman lolos tes cpns 2018. Pelajaran yang bisa saya ambil adalah, jika kamu ingin lolos cpns, maka lihatlah saingan terbaikmu, kemudian berusahalah di atasnya jika mampu. Persiapkan jauh-jauh hari dengan persiapan belajar, doa di waktu mustajab, kemudian pasrahkan segalanya kepada pemberi rejeki tersebut: Allah Azza Wa Jalla. Apapun hasilnya, itulah yang TERBAIK UNTUKMU. salam

Cerita Perjuangan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan atau PPG Daljab

Alhamdulillah akhirnya bisa posting lagi setelah sekian lama tidak pernah update blog ini karena berbagai macam kesibukan. Bismillah kali ini saya mau sedikit berbagi kisah pengalaman saya selama menjalani pendidikan profesi guru atau PPG yang saya lalui di Universitas Negeri Semarang.

Apa sih PPG itu?
Ppg adalah kependekan dari pendidikan profesi guru, yaitu pendidikan yang harus dilaksanakan oleh calon guru agar mendapatkan sertifikat pendidik dan diakui profesinya sebagai seorang guru. Dasar hukum dari ppg ini sangat banyak, diantaranya adalah Permendiknas no. 8 tahun 2009 pasal 1: “Progam Pendidikan Profesi guru adalah progam pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 kependidikan dan S1 non kependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”.

Foto Peserta PPG Daljab 2017 PT Otomotif - UNNES


Sertifikat pendidik hasil ppg itu tidak sama seperti akta mengajar atau akta IV. Dahulu (termasuk saya) selesai kuliah S1 mendapat akta mengajar, namun kini akta mengajar tidak diakui lagi sebagai syarat mengajar (secara hukum) karena adanya ppg ini. Oleh karena itu, sekarang semua lulusan sarjana baik dari kampus kependidikan (LPTK) maupun kampus non kependidikan bisa menjadi guru asal telah mengikuti ppg.

Ppg ibarat pendidikan profesi dokter bagi seorang sarjana kedokteran agar dirinya dapat menjadi seorang dokter dengan gelar dr., pun dengan guru, setelah ppg mendapat gelar gr (guru).

PPG ada 2 jenis yaitu PPG dalam jabatan dan PPG pra jabatan. Perbedaannya adalah pada masa studinya dan teknis mendapatkannya. Ppg dalam jabatan dengan masa studi 4-5 bulan hanya diikuti oleh sarjana yang telah mengajar disuatu lembaga pendidikan dan telah terjaring melalui aplikasi dapodik maupun simpkb setelah dirinya dinyatakan lulus pre-test, biasanya ppg dalam jabatan diikuti oleh para guru yang telah mengajar minimal 5 tahun. Sedangkan ppg pra jabatan dengan masa studi yang lebih lama yaitu 1 tahun penuh dan dapat diikui oleh siapa saja termasuk sarjana yang baru lulus dan belum pernah mengajar. Kedua jenis ppg di atas setahu saya masih bersubsidi (gratis biaya pendidikan), namun ke depan ppg akan berbayar terutama ppg pra jabatan dengan masa studi 1 tahun atau 2 semester.

Kebetulan saya mengikuti ppg dalam jabatan walaupun belum terdaftar di dapodik karena saya alumni progam Talent Scouting atau SM3T. Ppg yang saya ikuti selama 4 bulan dengan pembelajaran full di kampus selama 3 bulan dan PPL di sekolah selama 1 bulan kemudian di akhir sesi ada ujian tulis nasional. Well, awalnya banyak yang terkejut, kok bisa belum mengajar tapi bisa ppg, sedangkan yang mengajar bertahun-tahun saja belum dipanggil untuk ppg (dulu namanya plpg). Ya karena saya sudah merasakan hidup di daerah 3T, sama seperti alumni SM3T lain semua di ppg-kan, seperti apa kisah-kisah mengabdi di daerah 3t? Silahkan baca dipostingan saya sebelum-sebelumnya.

Baik lanjut ceritanya, ppg yang saya ikuti adalah ppg dalam jabatan angkatan pertama tahun 2017, tepatnya bulan agustus pembelajaran dimulai dan berakhir di bulan desember. Apa saja kegiatan selama ppg? Kegiatan selama ppg adalah seperti kuliah pada umumnya, berangkat pukul 07.00 selesai pukul 17.50. Ada teori maupun praktek (karena saya jurusan otomotif), di tambah tugas laporan dan tugas-tugas lain, jadi dalam 1 minggu full belajar di kampus. Materi nya pun bermacam-macam dari pedagogik (kurang lebih 1 bulan), profesional tentang otomotif (kurang lebih 1 bulan) dan workshop 1 bulan (membuat perangkat pembelajaran komplit dengan dibimbing dosen dan para ahlinya).

Namun sebenarnya ada kisah nestapa dibalik ppg yang saya jalani itu, apa itu?
Pertama, karena domisili saya JOGJA, padahal di sini ada kampus uny ditambah uny adalah almamater saya, tapi saya ditempatkan di semarang dan tidak boleh pindah. Alhasil setiap minggu harus pulang-pergi dan kos di semarang yang tentu butuh biaya, sementara subsidinya hanya biaya pendidikan, yang lain ditanggung sendiri.
Tak hanya itu,  nestapa lainnya adalah (sekaligus kabar bahagia saya) bahwa ketika saya ppg istri dalam kondisi hamil muda yang butuh perhatian. So, gimana rasanya?? Hampir tiap hari di awal bulan terbesit keinginan untuk mengundurkan diri dengan resiko akan di blacklist oleh kemenristek dikti.
Kedua, sering di pertengahan masa ppg, rasa lelah dan bosan itu muncul, karena rutinitas. Jumat sore pulang ke jogja, senin jam 3 pagi berangkat dari jogja ke semarang. Rutinitas dan perjalanan panjang itulah yang membuat bosan dan ingin menyerah.

Tapi semua itu berhasil saya lalui berkat pertolongan dari Allah, DIA-lah Dzat yang selalu saya mohonkan pertolongan dalam doa disetiap safar jogja-semarang. Do’a-do’a di waktu mustajab, do’a dari orangtua, dan tentu do’a istri tercinta. Dengan dorongan bahwa insyaallah ppg nya akan bermanfaat dikemudian hari dan mungkin akan menjadi jalan rejeki si anak yang masih dalam kandungan. Dan ternyata doa itu terjawab di kemudian hari ....

Satu pelajaran yang saya rasakan dari perjuangan ppg adalah, “berjuang dan berjuanglah terus sampai disuatu titik, dimana ketika itu tidak ada yang bisa engkau lakukan kecuali hanya menengadahkan kedua tanganmu, meminta kepada Dzat Yang Maha Luas Karunia-Nya, dan perbaikilah dirimu. Insyaallah pertolongan dan kemudahan-kemudahan akan menyertaimu

Ya begitulah sedikit pengalaman selama ppg, mungkin akan tidak sama baik masa studinya  maupun pembelajarannya karena ppg daljab yang sekarang sudah menggunakan sistem daring (dalam jaringan). Intinya, jika anda ingin menjadi “guru masa depan”, ikutilah arahan pemerintah, yaitu ikutlah ppg. Salam sukses dunia pendidikan!

Cerita Pengalaman Tes Kesehatan CPNS Untuk Pemberkasan

Perjalanan menjadi CPNS ada beberapa tahap mulai dari pendaftaran, tes SKD, tes SKB, hingga pemberkasan.  Jika sobat ingin mengetahui bagaimana alur pendaftaran CPNS hingga diterima CPNS silahkan baca artikel tentang pengalaman mendaftar CPNS dan strategi agar lulusCPNS.
Nah pada tahap akhir proses pengangkatan CPNS adalah pemberkasan. Pemberkasan dimaksudkan agar pelamar benar-benar sesuai dengan kualifikasi yang dibuktikan dengan dokumen-dokumen asli, jika ada satu saja dokumen yang tidak asli / palsu pasti akan tidak lulus pemberkasan atau tidak lulus CPNS. Nah pada proses pemberkasan ada salah satu syarat dokumen yaitu surat keterangan sehat jasmani, rohani dan bebas NAPZA.


Untuk mendapatkan tiga dokumen yaitu surat kesehatan sehat jasmani, rohani, dan bebas NAPZA maka kita harus melakukan tes kesehatan di rumah sakit milik pemerintah selain puskesmas. Nah berikut ini akan saya share pengalaman saya ketika tes kesehatan CPNS dalam rangka pemberkasan CPNS. Sebenarnya saya sudah pernah melakukan tes kesehatan untuk mendaftar CPNS, tapi ternyata ada tes kesehatan lagi untuk pemberkasan. Jadi total 2 x melakukan tes kesehatan; pertama untuk syarat mendaftar CPNS dan kedua untuk pemberkasan CPNS.

Tes kesehatan CPNS yang saya lakukan bertempat di RSUD Kota Jogja / RSUD Wirosaban, karena di sana lengkap bisa melakukan tes kesehatan jasmani, rohani dan bebas NAPZA. Sedangkan dulu saat pendaftaran CPNS saya melakukan tes kesehatan di RSUD Prambanan tanpa melampirkan tes ksehatan rohani karena tidak ada dokter spesialis jiwa nya.

Tips untuk tes kesehatan CPNS di RSUD Wirosaban adalah datang pagi, karena peserta tes membludak dan dibatasi hanya beberapa ratus tiap hari.
Pertama kali kita mendaftar terlebih dahulu, kemudian menuju kasir untuk membayar semua paket kesehatan yang diambil, kebetulan di sini sudah disediakan paket tes kesehatan untuk CPNS yang meliputi: tes kesehatan jasmani oleh dokter umum, kemudian tes jantung (EKG), rontgen, tes kejiwaan dan terakhir tes urin untuk NAPZA. Ini lebih lengkap dari pada saat saya tes kesehatan untuk pendaftaran CPNS pertama dulu.

Tes pertama kali adalah tes kesehatan jasmani, kita diperiksa tekanan darahnya, kemudian disuruh ke EKG untuk rekam jantung, selesai rekam jantung ke rontgen, kemudian ambil sampel urin dan darah untuk diperiksa bebas NAPZA-nya, lalu ke dokter spesialis jiwa untuk tes kesehatan jiwa. Terakhir kembali lagi ke dokter umum untuk disimpulkan. Semua proses tadi membutuhkan waktu 3 hari karena rame dan harus antri banyak. Proses masing-masing tes juga tidak urut jadi boleh ke mana saja dulu karena masing-masing juga nunggunya lama.

Berapa biaya tes kesehatan CPNS? Kalau di RS Wirosaban saya habis total sekitar 350.000, berikut ini ada foto struk pembayaran tes kesehatan, beda rumahsakit tentu beda biaya.


Ya mungkin itulah sedikit gambaran tes kesehatan untuk pemberkasan CPNS, memang melelahkan karena semua itu adalah perjuangan. Bagi sobat yang punya cerita sendiri tentang tes kesehatan bolehlah di share di kolom komentar :)

Bedanya Manusia dan Hewan di Dalam Pendidikan

Apakah sobat pernah melihat atraksi beberapa hewan yang sepertinya hal itu mustahil dilakukan hewan tersebut? seperti topeng monyet, atau atraksi lumba-lumba, gajah, anjing, dan beberapa hewan lainnya? mereka seolah memiliki keterampilan yang luar biasa yang tentunya setelah para hewan tersebut diberi pendidikan atau dilatih, misalnya:

  • Monyet kalau dilatih mereka bisa nurut, suruh pakai topeng, ambil kelapa, naik sepeda, bawa payung, dan lain sebagainya
  • Gajah kalau dllatih, mereka bisa main sepak bola, bisa menolong orang yang tenggelam, bisa bawa balok kayu ataupun pohon yang roboh, dan lain sebagainya
  • Lumba-Lumba kalau dilatih, mereka bisa meloncati ring api, bisa bernyanyi, bisa menghitung, dan sebagainya
  • Anjing jika dilatih, bisa diminta tolong sama tuannya, untuk mengambil ini dan itu..
Begitupun binatang lainnya yang dengan dilatih mereka menjadi "cerdas"


Jika belajar hanya sekedar mencari keterampilan saja, hanya sekedar untuk membangga-banggakan akal saja, ternyata para hewan pun mampu! Bahkan diantara manusia ada yang tidak berani mengambil kelapa di pohon kelapa yang tinggi, tapi kera yang dilatih mampu mengambilkan kelapa yang sulit dijangkau itu atas dasar perintah tuannya. 

Sekarang kita lihat kondisi pelajar kita yang konon katanya telah diberi pelajaran ataupun dilatih, kemudian ternyata para pelajar tersebut terlibat tawuran, saling serang hanya gara-gara bola, kelulusan, atau penyebab lainnya, apakah demikian itu hasil pendidikan kita?
Sementara kita belum pernah menyaksikan ada sekelompok lumba-lumba yang telah dilatih tersebut kemudian saling bentrok dan tawuran, lalu ada apa dengan pendidikan kita sebenarnya? kenapa mendidik manusia jauh lebih sulit dari pada mendidik hewan?

Pendidikan yang hanya berorientasi pada akal saja akan melahirkan manusia-manusia tanpa budi pekerti, manusia-manusia tanpa karakter manusia itu sendiri, yang bahkan bisa lebih rendah dan lebih buas dari pada hewan. Tidak lain karena pendidikan itu hanya membawa pikiran atau akal saja. 
Padahal pendidikan harusnya membawa HATI, yang dengan HATI itu pula lah kita dan hewan menjadi berbeda. Hati menjadi tautan antara manusia (hamba) dengan Allah sang Pencipta. yang dengan hati itu manusia mengetahui tujuan hidupnya tentunya dengan mempelajari tuntunan-Nya yang Allah sampaikan melalui Nabi-Nya.

Pendidikan harus membawa hati disamping akal pikiran. Karena tanpa hati atau dengan rusaknya hati maka manusia menjadi rusak dan tidak ubahnya ia seperti hewan, bahkan lebih rendah -na'udzubillah-

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati” (HR. Bukhari dan Muslim)