Home » » Bedanya Manusia dan Hewan di Dalam Pendidikan

Bedanya Manusia dan Hewan di Dalam Pendidikan

Apakah sobat pernah melihat atraksi beberapa hewan yang sepertinya hal itu mustahil dilakukan hewan tersebut? seperti topeng monyet, atau atraksi lumba-lumba, gajah, anjing, dan beberapa hewan lainnya? mereka seolah memiliki keterampilan yang luar biasa yang tentunya setelah para hewan tersebut diberi pendidikan atau dilatih, misalnya:

  • Monyet kalau dilatih mereka bisa nurut, suruh pakai topeng, ambil kelapa, naik sepeda, bawa payung, dan lain sebagainya
  • Gajah kalau dllatih, mereka bisa main sepak bola, bisa menolong orang yang tenggelam, bisa bawa balok kayu ataupun pohon yang roboh, dan lain sebagainya
  • Lumba-Lumba kalau dilatih, mereka bisa meloncati ring api, bisa bernyanyi, bisa menghitung, dan sebagainya
  • Anjing jika dilatih, bisa diminta tolong sama tuannya, untuk mengambil ini dan itu..
Begitupun binatang lainnya yang dengan dilatih mereka menjadi "cerdas"


Jika belajar hanya sekedar mencari keterampilan saja, hanya sekedar untuk membangga-banggakan akal saja, ternyata para hewan pun mampu! Bahkan diantara manusia ada yang tidak berani mengambil kelapa di pohon kelapa yang tinggi, tapi kera yang dilatih mampu mengambilkan kelapa yang sulit dijangkau itu atas dasar perintah tuannya. 

Sekarang kita lihat kondisi pelajar kita yang konon katanya telah diberi pelajaran ataupun dilatih, kemudian ternyata para pelajar tersebut terlibat tawuran, saling serang hanya gara-gara bola, kelulusan, atau penyebab lainnya, apakah demikian itu hasil pendidikan kita?
Sementara kita belum pernah menyaksikan ada sekelompok lumba-lumba yang telah dilatih tersebut kemudian saling bentrok dan tawuran, lalu ada apa dengan pendidikan kita sebenarnya? kenapa mendidik manusia jauh lebih sulit dari pada mendidik hewan?

Pendidikan yang hanya berorientasi pada akal saja akan melahirkan manusia-manusia tanpa budi pekerti, manusia-manusia tanpa karakter manusia itu sendiri, yang bahkan bisa lebih rendah dan lebih buas dari pada hewan. Tidak lain karena pendidikan itu hanya membawa pikiran atau akal saja. 
Padahal pendidikan harusnya membawa HATI, yang dengan HATI itu pula lah kita dan hewan menjadi berbeda. Hati menjadi tautan antara manusia (hamba) dengan Allah sang Pencipta. yang dengan hati itu manusia mengetahui tujuan hidupnya tentunya dengan mempelajari tuntunan-Nya yang Allah sampaikan melalui Nabi-Nya.

Pendidikan harus membawa hati disamping akal pikiran. Karena tanpa hati atau dengan rusaknya hati maka manusia menjadi rusak dan tidak ubahnya ia seperti hewan, bahkan lebih rendah -na'udzubillah-

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati” (HR. Bukhari dan Muslim)

0 komentar:

Posting Komentar