Home » , » Cara Membuat Pembelajaran Online dengan Google Classroom – Guru Inovatif

Cara Membuat Pembelajaran Online dengan Google Classroom – Guru Inovatif

Seiring kemajuan teknologi, semakin banyak orang yang menggunakan perangkat telepon pintar atau smartphone, terlebih anak muda yang saat ini disebut generasi milenial hampir kebanyakan menggunakan smartphone. Anak-anak sekolah pun tak luput dari smartphone, tidak seperti anak sekolah jaman dulu, anak sekolah jaman sekarang dapat dipastikan memiliki smartphone. Kondisi seperti ini membuat kita para guru harus membuat pembelajaran kreatif dengan memanfaatkan smartphone yang dimiliki oleh para siswa tersebut. Salah satu pembelajaran yang dapat kita kembangkan menyikapi kondisi di atas adalah dengan menerapkan pembelajaran online berbasis google classroom. Nah kali ini saya akan membagikan pengalaman saya menggunakan Google classroom untuk mengelola kelas.


Google classroom adalah sebuah aplikasi online yang dapat digunakan untuk mengelola kelas secara online. Penggunaan Google classroom sangat berguna bagi para guru atau pengajar guna mengelola kelasnya secara online. Di dalam google class room kita dapat terhubung dengan siswa dalam satu kelas, kemudian kita sebagai guru menjadi admin kelas online untuk selanjutnya kita kelola. Misalnya dengan mengupload tugas, presentasi, sampai evaluasi atau penilaian.

Manfaat Penggunaan Google Classroom Oleh Guru

Manfaat Google classroom adalah kita sebagai guru dapat mengelola kelas kita secara online. Diantara manfaat kemudahan dengan Google classroom adalah

  1. Guru dapat memberikan tugas, soal, jobsheet praktikum, presentasi ke dalam Google classroom. Sehingga semua siswa yang masuk di dalam Google classroom tersebut dapat langsung mengunduhnya atau mengerjakan tugas sesuai yang diperintahkan.
  2. Guru tidak harus berada di kelas, semisal karena suatu hal guru berhalangan hadir entah sakit, ada tugas dinas atau hal lain, maka guru dapat mengelola kelasnya melalui smartphone secara online dimanapun guru berada. Dengan memberi tugas, belajar mandiri, atau penugasan lain.
  3. Mengefektifkan waktu pembelajaran, jika dalam kegiatan pembelajaran konvensional guru menerangkan dengan LCD dan presentasi powerpoint, kemudian siswa mencatat materi yang ada di presentasi tersebut, maka dengan Google classroom guru tinggal mengupload materi presentasinya dan siswa dapat mengunduh dan membukanya. Sehingga siswa tidak perlu lagi mencatat apa yang ada di powerpoint. Namun siswa tetap mencatat penjelasan guru yang tidak terdapat di powepoint point.
  4. Mengurangi kertas, karena materi presentasi, ulangan, atau tugas langsung diupload oleh guru di Google classroom, maka siswa hanya perlu mengoperasikan smartphone nya saja untuk mengikuti kegiatan pembelaran tersebut. Sehingga baik siswa maupun guru dapat menghemat kertas (kertas catatan ataupun kertas untuk ujian)
  5. Dapat diintegrasikan dengan aplikasi lain. Kita bisa memasukkan penilaian berbasis google form ke dalam Google classroom. Caranya kita membuat evaluasi atau penilaian terlebih dahulu di google form kemudian linknya kita masukkan ke dalam Google classroom.
  6. Guru dapat mengelola kapan materi dapat dilihat dan kapan ulangan atau soal dapat terlihat oleh siswa. Maksudnya begini, kita bisa mensetting sendiri semisal kita mengupload materi dan soal di malam hari, kita setting bahwa materi dan soal ini hanya dapat dilihat oleh anggota grup kelas pada hari esoknya jam 10.00 pagi. Maka anggota kelas (siswa) sebelum jam 10.00 pagi tidak bisa melihat atau tidak tahu materi dan soal yang telah diupload oleh guru tersebut.
  7. Guru dapat memasukkan berbagai jenis file sesuai dengan kebutuhan pembelajarannya, seperti video, animasi, file pdf, powerpoint, gambar, excell, dan lainnya.
  8. Guru lebih mudah mengevaluasi siswa, dengan bantuan google form, siswa dapat mengerjakan soal langsung melalui smartphone nya, dan daftar nilai evaluasi tersebut dapat langsung diunduh oleh guru di google form. Dengan demikian guru tidak perlu capek mengoreksi soal berbasis kertas.


Itulah manfaat dari penggunaan google classroom. Namun bukan berarti pembelajaran online berbasis Google classroom tak memiliki kekurangan, diantara kekurangan jika kita menerapkan pembelaran online berbasis Google classroom berdasarkan apa yang saya rasakan selama menerapkannya adalah sebagai berikut:

  1. Tidak semua siswa memiliki smartphone, di kota besar atau di sekolah yang notabenenya “wah” mungkin ini tidak terjadi. Tapi pasti ada siswa yang tidak memiliki smartphone dengan alasan tertentu (misal orang tua tidak mengijinkan anaknya memakai smartphone, anak pondok yang tidak diijinkan membawa smartphone, dll). Inilah kekurangannya, maka cara saya mensikapinya yaitu dengan menyuruh anak tersebut meminjam siswa lain (gantian) walaupun ada sisi negatifnya yaitu waktu pembelaran akhirnya molor karena menunggu anak yang gantian tersebut.
  2. Jaringan atau sinyal. Segala seuatu jika ada kata online maka tidak akan lepas dari yang namanya jaringan atau sinyal. Alhamdulillah jika di dalam sekolah tersebut disediakan wifi yang dapat diakses oleb siswa, itupun jika sinyal dan bandwidth nya kuat. Kadang ada siswa yang tidak mendapat sinyal, tidak ada kuota, dan lainnya yang intinya tidak bisa online. Untuk kekurangan ini cara saya mensikapinya yaitu dengan memberi kesempatan siswa lain yang punya kuota untuk bersedekah kuota, atau saya sendiri yang melakukannya.
  3. Butuh pemantauan yang ekstra, karena bisa jadi siswa tidak sedang mengakses sesuai yang kita perintahkan (menyimak powerpoint), tapi justru membuka aplikasi lain seperti sosmed, wa, game online dan lainnya. Maka cara menanggulainya yaitu dengan meminta operator wifi sekolah untuk memblokir segala hal yang mengarah ke sana, blokir game online, sosmed dan aplikasi lain yang tidak berhubungan dengan kegiatan belajar. Jika anak menggunakan kuota sendiri maka masih bisa mengakses aplikasi lain, sehjngga guru harus tetap memantau anak. Atau cara lain mengatasinya adalah dengan memberi kegiatan yang padat sehingga siswa tidak sempat untuk membuka aplikasi lain.
  4. Ruang mencontek terbuka lebar karena ketika mengerjakan soal secara online, siswa bisa membuka aplikasi lain untuk mencontek. Maka cara mengatasinya dengan memantau secara ketat ketika evaluasi dan memberikan waktu yang terbatas dalam mengerjakan soal guna mengurangi kesempatan anak untuk mencontek.


Yak itulah beberapa kelemahan dari pembelajaran online berbasis Google classroom berdasarkan pengalaman saya ketika menggunakannya.
Jadi, saran saya sebelum kita memutuskan apakah akan menggunakan pembelajaran berbasis Google classroom, sebaiknya kita evaluasi diri terlebih dahulu, mulai dari apakah sarprasnya memenuhi, siswa mendukung untuk penggunaan Google classroom, dan evaluasi aspek lain yang diperlukan.

Jika anda tertarik menggunakan pembelaran berbasis Google classroom, maka cobalah untuk menggunakannya, gimana caranya? Baca di artikel ini cara mudah menggunakan google classroom untuk guru, dan cara mudah menggunakan google classroom untuk siswa.


Baik akhir kata, terimakasih telah membaca artikel tentang Cara Membuat Pembelajaran Online dengan Google Classroom semoga bermanfaat. Jangan lupa komentarnya ya dan silahkan berlangganan artikel dari blog ini jika bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar