Home » , » Pengalaman Tes Kesehatan Pengangkatan PNS Setelah CPNS Hari Pertama

Pengalaman Tes Kesehatan Pengangkatan PNS Setelah CPNS Hari Pertama

Baiklah jumpa lagi di blog saya, kali ini saya akan membagikan pengalaman saya ketika tes kesehatan untuk pengangkatan PNS formasi 2018 Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kurang lebih 8 bulan menjalani masa CPNS (pengangkatan CPNS bulan april 2018) dan kini ada panggilan untuk melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Grhasia Kaliurang – Yogyakarta.

Jadi apa sih tujuan tes kesehatan ini? Bukannya dulu pernah tes kesehatan juga saat pendaftaran CPNS?.. yap, secara administratif, tes kesehatan ini fungsinya sama dengan tes kesehatan dulu saat pendaftaran CPNS, tes kesehatan ini sebagai salah satu syarat dalam pemberkasan PNS. Hanya ada bedanya, saat tes kesehatan pendaftaran CPNS dulu kita boleh memilih rumah sakitnya mana asalkan rumah sakit tersebut negeri (milik pemerintah), dan kita mengurus sendiri segala sesuatunya. Sedangkan tes kesehatan untuk pengangkatan PNS ini rumah sakitnya sudah ditentukan dan sudah dijadwalkan, sehingga kita tinggal datang sesuai dengan jadwal kita.


Lokasi tes kesehatan pengangkatan PNS ini berada di RS Grhasia yang beralamat di Jalan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Lumayan jauh mengingat instansi tempat dinas saya berada di Gedangsari Gunungkidul. Kurang lebih 1,5 jam perjalanan dengan motor.

Oke jadi intinya, hari pertama kita ambil nomor antrian di loket pendaftaran. Sudah disediakan nomor antrian khusus untuk tes kesehatan pengangkatan PNS, sehingga kita tidak ikut mengantri dengan pasien umum. Kebetulan saya dapat antrian nomor 50 (terakhir sendiri). Dari 50 peserta tersebut di bagi 2, 1-30 dan 31-50 tesnya sama hanya urutannya di balik seperti di gambar berikut ini.

Setelah dapat nomor antrian dan nomor kita dipanggil kemudian kita presensi dan diarahkan ke kasir untuk membayar. Total yang harus saya bayar untuk tes kesehatan lengkap ini yaitu 771.000, lumayan mahal ya? tapi karena tes kesehatan ini sudah diinfokan jauh-jauh hari, jadi kita bisa melakukan persiapan salah satunya menabung.


Setelah ke kasir, kita menuju ke pemeriksaan pertama yaitu laboratorium untuk diambil darahnya, di sinilah hal yang paling mengerikan itu terjadi. Setelah njus-njus ambil darah (sebanyak 3 botol aqua kecil) kita langsung menuju ke ruang EKG. Pemeriksaan EKG ini yang aneh, badan kita (dada, tangan, kaki) di jepit sesuatu yang ada kabelnya kayak mau disetrum, terus alat dinyalakan, tidak terasa apa-apa. Tidak lama kemudian selesai dan hasilnya ditunggu esoknya atau di hari kedua.

Setelah EKG kita menuju ke ruang radiologi untuk foto rontgen, lepas baju atasan, dan tempelkan dada pada alat kemudian tak terasa selesai, kayak tidak terjadi apa-apa. Hasil rontgen juga diambil besok hari kedua.

Setelah rontgen kita menuju ke ruang dan ini tahap terakhir yaitu tes MMPI atau tes kejiwaan. Di sini semua peserta yang 1 kelompok nomor 1-30 jadi satu di sebuah ruang untuk mengerjakan tes MMPI, setelah mendapatkan pengarahan tata cara mengerjakan dll kita langsung mengerjakan (ada 500an lebih soal) sehingga cukup menguras energi untuk mengerjakannya, karena kita harus fokus selama kurang lebih 1,5 jam. Isi soalnya sendiri lebih ke arah psikologi. Selesai tes MMPI pulang deh lanjut hari kedua.

0 komentar:

Posting Komentar