==Script anti copy paste==
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Elemen dan Tahap Pembuatan Kanvas Belajar di dalam Merdeka Belajar

Artikel ini masih melanjutkan artikel sebelumnya tentang Mengenal Kanvas Strategi Merdeka Belajar Sebagai Alat Bantu Berpikir Guru. Dalam artikel ini kita akan belajar bersama tentang elemen dan tahap-tahap pembuatan kanvas belajar dalam Merdeka Belajar melalui tulisan tentang Kanvas Belajar yang di susun oleh Bukik Setiawan & Elisabet Indah Susanti.


Elemen Kanvas Strategi Merdeka Belajar
Kanvas strategi merdeka belajar terdiri dari 5 elemen yaitu:

Profil Murid: Bagaimana gambaran karakteristik murid di kelas yang menjadi dasar untuk menyesuaikan atau menyusun elemen yang lain?
Tujuan Pengajaran: Apa capaian belajar yang akan dicapai dalam satu atau sejumlah pertemuan? Tujuan pengajaran biasanya diterjemahkan dari kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Dalam praktik, guru perlu melakukan upaya melibatkan murid untuk mengubah tujuan pengajaran menjadi tujuan belajar.
Bukti dan Asesmen:
Bukti: Apa produk atau hasil usaha murid yang membuktikan penguasaan suatu kompetensi?
Asesmen: Apa serangkaian penilaian untuk memahami upaya dan hasil belajar murid dalam menguasai suatu kompetensi?
Strategi Pengajaran: Bagaimana serangkaian tahapan dan aktivitas belajar baik yang dilakukan mandiri oleh murid maupun yang dipandu oleh guru? Strategi ini mengantarkan murid dari kondisi awal yang digambarkan pada elemen Profil Murid menuju penguasaan Tujuan Belajar.
Cakupan: Apa saja konten atau isi dari satu atau lebih pelajaran yang digunakan guru untuk
membantu murid menguasai Tujuan Belajar? Penting juga menuliskan sumber dari konten
belajar tersebut.

Tahap Pembuatan Kanvas Belajar

Profil Murid
  1. Petakan setidaknya 3 faktor: minat, cara belajar, pekerjaan orangtua
  2. Petakan 3 faktor dari seluruh murid. identifikasi poin yang dominan pada 3 faktor tersebut. Misal: Pekerjaan orangtua: mayoritas petani, sebagian pegawai & pengrajin
  3. Bila telah mahir, Anda bisa menambahkan jumlah faktor yang dipetakan


Tujuan Pengajaran
  1. Identifikasi kompetensi yang akan dipelajari, boleh lebih dari 1 kompetensi yang memungkinkan untuk dicapai dalam proses belajar yang sama.
  2. Pastikan menggunakan format kompetensi: kata kerja + topik/bidang + kriteria. Apabila belum, Anda bisa melakukan revisi agar sesuai dengan format tersebut
  3. Lengkapi dengan pertanyaan kunci untuk melakukan eksplorasi pemahaman utuh terhadap tujuan pengajaran


Bukti dan Asesmen
  1. Tuliskan produk atau hasil belajar murid yang bisa menggambarkan keberhasilan murid dalam menguasai suatu kompetensi. Format: kata benda + kriteria.
  2. Tuliskan cara dan pihak yang melakukan penilaian terhadap produk atau hasil belajar. Sebuah produk bisa dinilai dengan beragam cara dan beragam pihak.


Strategi Pengajaran
  1. Gunakan cara berpikir mundur (backward thinking), rumuskan rangkaian kegiatan mulai kegiatan sebelum hasil akhir (tujuan, bukti & asesmen) hingga kegiatan awal pengajaran.
  2. Setelah menyusun strategi, periksa kembali dengan menjawab pertanyaan yang mengacu pada 5M Cara Mengajar Cikal:
  3. Memberdayakan Konteks. Bagaimana produk/hasil belajar murid relevan dengan kehidupan sehari-hari?
  4. Memilih Tantangan. Bagaimana murid mendapat pilihan tantangan belajar yang sesuai minat dan kemampuannya?
  5. Membangun Keberlanjutan. Bagaimana dan pada saat apa umpan balik diberikan pada murid ketika mengerjakan produk/hasil belajar?
  6. Memahami Konsep. Bagaimana murid mengidentifikasi dan mempelajari konsep kunci?
  7. Memanusiakan Hubungan. Bagaimana murid merasa dipahami di awal dan sepanjang proses belajar?


Cakupan
  1. Pada elemen sebelumnya, topik dan konten pelajaran mungkin sudah terbayang tapi penting mengenali dan menuliskannya pada bagian ini. Tuliskan topik, konsep dan sumber belajar yang relevan.
  2. Pastikan sumber belajarnya beragam: teks, video, jurnal, modul, narasumber atau observasi.


Tahap Kajian Kanvas
  1. Pastikan semua elemen kanvas telah diisi. Bila merasa ragu, tetap diisi. Karena hanya dengan diisi maka kanvas bisa dikaji
  2. Perhatikan dan pelajari keterkaitan setiap elemen kanvas. Apakah setiap elemen relevan dengan elemen yang lain? Bila ada yang terasa janggal, tandai. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang perlu diperbaiki atau diubah? Lakukan revisi
  3. Cari umpan balik dari rekan guru yang lain. Tiga kategori guru yang relevan dimintai umpan balik: guru bidang studi, guru pada kelas yang sama, guru jenjang sebelum atau setelahnya. Terima dan simak semua umpan balik. Gunakan umpan balik untuk melakukan revisi
  4. Pada kelas besar (kelas 4 ke atas), bisa juga minta umpan balik dari murid.


Tahap Penggunaan Kanvas
  1. Kembali pada tujuan awal pembuatan kanvas, penyusunan silabus atau RPP. Penyusunan silabus disarankan secara kolektif. Setelah silabus selesai, guru menyusun RPP.
  2. Untuk penyusunan RPP, hasil kanvas dipindahkan ke format RPP yang digunakan berdasarkan keputusan guru dan sekolah. Tidak ada masalah dengan keragaman format RPP. Sebagian guru merasa cukup dengan RPP yang sederhana, sebagian yang lain butuh RPP yang detail termasuk skrip yang akan disampaikan di kelas.
  3. Dokumen RPP adalah dokumen hidup, dokumen yang terus menerus dikembangkan sepanjang proses pengajaran. Apabila dinamika kelas mengarah pada arah yang berbeda dengan yang ditetapkan pada RPP, jangan ragu melakukan perubahan RPP. Perubahan RPP tetap bisa menggunakan kanvas strategi merdeka belajar.


Sumber: http://bit.ly/KanvasStrategiMerdekaBelajar

Berlangganan via Email